Sabtu, 26 Juni 2010

Bloody - lelaki

mood: Calm
listen to : Utada Hikaru -Distance (m-flo remix)

Nonton cowok maen basket, futsal, sepak bola, etc itu emang asik. Setuju teman-teman...?? Setuju dong ah..*jijay

Yak, gw juga hobi banget nonton para lelaki berolahraga . Kenapa? Alasannya suka aja. Lagian kapan lagi bisa berkatarsis, teriakin para lelaki bertanding dengan semangat membara (sampai dikirain orang gila).

But there is one thing i hate from the moment.

Sebenernya gw paling ngeri dengan pengorbanan fisik para lelaki itu. Berulang kali gw ngeliat luka, darah,...Kepala, kaki, tangan, perut..Argghhh...gw gak tegaan banget sama hal yang satu itu. Kalau seandainya bisa, mereka bertanding dengan perlengkapan perang ajah *gakmungkin-gila

Tapi dari mereka sendiri mungkin akan memaknai kejadian seperi itu sebagai sebuah kebanggaan. Gw mengambil kesimpulan ini dari my friends Mere alias Mabrur alias Om Mabun.
Waktu turnamen kemaren dia adalah player yang paling menderita. Kakinya terkelupas, jalannya gak bener,... tiba-tiba bola melesat ke kepalanya dengan dahsyatnya, sampai-sampai matanya bengkak dan merah. Dan dia menolak untuk diobati. Baka.


Foto muram ini sebenarnya adalah foto Mere dibantuin jalan sama Mario.

Kejadian lain waktu Psycho Cup kemaren, sang kapten Ronal mendadak vertigo. Lagi-lagi karena hantaman bola. I hate and scare to see him suffering like that. Serius!

Tapi, itulah konsekuensinya, kalo gak ikut turnamen balet ajah (quote from many people.)

Kenakalan Ariel di Era Informatika

Senang mengabadikan tubuh yang tak berhalang
padahal hanya iseng belaka
ketika birahi yang juara
etika menguap entah kemana

oh nafsu menderu deru
bikin malu...
oh nafsu menderu deru
susah maju...

rekam dan memamerkan badan yang lainnya
mungkin hanya untuk kenangan

apakah Ariel tersesat arah
mengapa Ariel tak bisa dewasa

*disclaimer: Efek Rumah Kaca- Kenakalan Remaja di Era Informatika

Selasa, 22 Juni 2010

Umi dan Keran

Senin, 21 Juni 2010

Pagi ini,

Umi: Palu mana sih?

Gw : Buat apa mi?

Umi : Baikin keran

Gw : Hati-hati loh mi, ntar copot.

Umi pun kekamar mandi.

Beberapa menit kemudian,

Umi : An, doamu terkabul. Kerannya udah copot..

Itulah akhir dari keran tua karatan yang kalau aer lagi hidup bunyinya seperti kakek-kakek tua yang sedang batuk berdahak dan gak sembuh-sembuh selama bertahun-tahun.

Lost is not the end of the game

Kemaren malam akhirnya tim futsal kita, 11. pm, kalah.

its mean i dont have any chance to go to 234 anymore~~~~

Btw, kemaren malam sebelum pergi gw mengalami saat-saat panik yang parah. Jadi ceritanya waktu rapat Fair kemaren dosen gw nelpon. Dia minta gw ngirimin skenan tanda tangan ketua prodi. Karna gw punya, makanya gw sanggupin aja permintaan bapak ini.

Karna selese rapat udah kesorean, dan musti nonton futsal, gw lupa ngirim imel...

Dan ternyata di detik-detik kepergian gw ke 234, dosen gw nelpon!!! Gw bener-bener panik. Makanya gw buru-buru ke kos Arip minjam modem. Dan dalam keadaan masih panik, gw aktifin settingan internetnya.

Ternyata disable.

Great! Padahal gw sendirian di kos, dan udah mau buru-buru ke tempat turnamen.

Karna hopeless, gw minta tolong ke Vina aja. Akhirnya gw jalan sendirian karna seperti anak-anak yang laen udah cabut ke sana. Walaupun gw masih berharap mereka nungguinn gw, hiks.

Gw pun mulai berjalan dalam keadaan sesak napas karna maag gw kambuh. Dengan tampang yang sangat menyedihkan. Dengan kaki yang serasa tidak menginjak tanah (emang kunti?).

Dan akhirnya dan akhirnya keberuntungan berpihak juga ke gw. Waktu lagi jalan dengan tampang yang masih menyedihkan,..Voila! ternyata gw dijemput Eky. Hhhh..syukurlah...padahal gw udah mikir yang macem-macem pergi kesana sendirian.

Back to the tournament. Yay, seperti yang gw posting di depan. Kita kalah....Pada gak fit sih. Si Ronald sang kapten sakit. Makanya, hasil akhirnya adalah 6-0. Kawaisou ne??

Anak-anak kecewa banget. Tapi gw lebih kecewa karna gak bakal ke 234 lagi. Soalnya gw gak bisa liat cowok-cowok cakep bertebaran..hahaha. Kecuali bapak-bapak itu tentunya.

Nopi,sesaat setelah kekalahan







Gw sebagai bintang pocari yang ngarep berfoto sama wasit







Iam yang mendadak histeria karna kekalahan yang menyedihkan.




Yosh, minna....lost is not the end of the game.



-antciel89-



Deadliners

Minggu, 20 Juni 2010

Mood: Hungry- wanna eat mie surabaya~
Listen To : Hai becak – lagu anak-anak ngangenin banget emang, cocok didengerin tengah malem.

This 12.09 am

Ant and Vina still awake for assignment.
Gak juga sih, si Vina lagi cekikikan baca thread rayuan pasutri (ups, jangan mikir yang aneh-aneh, maklumin ajah!). Ritual yang bagus untuk memulai membuat tugas yang membosankan.

Sedangkan gw,..I wanna do it, but its like I don’t have any desire to..Tapi yang namanya tugas akhir tetep harus diselesein.

Sebenernya kemaren kita punya waktu seharian buat berjuang bikin tugas-tugas ini. Tapi semangat juang para deadliners memang hanya akan muncul di H-1. Bukannya berkutat dengan jurnal-jurnal, kemaren malam itu malah jadi ‘hentai night’ with flying bra :D

02. 52 am

Tugas gw ampir selese…But, hufftt…this is baka. Hontou ni stupid to finish the last paper like this.

3. 05 am

We listen to:

Oh ibu dan ayah selamat pagi
Kupergi belajar sampaikan nanti
Selamat belajar nak
Penuh semangat
Rajinlah selalu tentu kau dapat
Hormati gurumu sayangi teman
Itulah tandanya kau murid budiman

Anshari novel pick~ Totto chan`s Children


Aku adalah penggemar berat buku Totto Chan-Gadis Cilik Di Jendela karya Tetsuko Kuroyanagi. Buku yang menurutku wajib dimiliki setiap orang didunia. Makanya hari Minggu yang lalu aku merasa sedikit surprise waktu Harada chan memberitahu tentang buku “ Totto chan yang sudah besar”. Tanpa pikir panjang aku menyuruh Harada chan menuntunku ketempat display buku itu. Walaupun uang terbatas, aku tetap membelinya.

Di Tranex, sebelum bus itu membawaku ke Bukittinggi, aku membuka plastik buku bersampul putih itu. Hal pertama yang kulihat adalah foto Tetsuko Kuroyanagi (Totto Chan) bersama anak-anak kulit hitam. (Ternyata dia cantik sekali..).Selanjutnya dicantumkan sebuah peta dunia disertai lokasi kunjungan Tetsuko sebagai duta kemanuasiaan UNICEF ke negara-negara didunia beserta tahun-tahun kunjungannya. Diawali dengan perjalanan pertamanya ke Tanzania di tahun 1984, dilanjutkan Nigeria (1985), India (1986), Mozambik (1987), Kamboja dan Vietnam (1988), Angola (1989), Bangladesh (1990), Irak (19910, Etiopia (1992), Sudan (1993), Rwanda (1994), Haiti (1995), dan terakhir Bosnia- Herzegovina di tahun 1996.

Jika ada sebuah buku yang membuatku merinding bahkan hanya disaat membaca prolog, maka inilah bukunya. Walaupun buku ini diterbitkan tahun 1997 dan baru diterjemahkan ke bahasa Indonesia tahun 2010, tapi cerita pengalaman sang duta UNICEF tetap membuat hati serasa dikoyak-koyak. Karena walaubagaimanapun, di masa modern ini, masalah kemiskinan dan peperangan bukannya berkurang malah makin merajalela.

Aku tidak akan menceritakan isi Totto chan`s Children, karena seperti Totto chan- gadis kecil di jendela, buku ini wajib dimiliki siapa saja. Buku ini adalah buku tentang kemanusiaan. Buku yang seharusnya bisa membuat semua orang sadar bahwa peperangan tidak pernah membawa dampak positif. Bahwa dibelahan dunia banyak manusia yang berjuang dalam penderitaan yang mendalam. Dan bahwa kita harusnya lebih banyak bersyukur…..

nb: tulisan ini seharusnya diposting bulan maret lalu.

Sabtu, 19 Juni 2010

Ant the classic lady

Akhir-akhir ini selain kembali ke musik pangkuan Ibu Pertiwi (?), gw kembali mencintai musik-musik klasik super jadul. Dan tentu saja lagu terfavorit gw saat ini adalah: The sound of music, Julie Andrew. I really love the music with extremely oldiest way Julie sing this song (?). Rasanya gw selalu merinding setiap dengerin dia nyanyi. Perfect.
Selain itu, Donna Donna from Joan Baez. Sebenernya pertama kali gw denger versi Sita RSD itu, OST Gie. Tapi entah kenapa gw selalu suka versi original. Btw, kemaren gw sempat mampir ke webnya Joan Baez. Tua banget yah dia sekarang, dibanding dulu (Jaijalah ant....)




This is the really inspired lyrics :

Donna Donna (Joan Baez)


On a waggon bound for market
there`s a calf with a mournful eye.
High above him there`s a swallow,
winging swiftly through the sky.

How the winds are laughing,
they laugh with all their might.
Laugh and laugh the whole day through,
and half the summer`s night.

Donna, Donna, Donna, Donna; Donna, Donna, Donna, Don.
Donna, Donna, Donna, Donna; Donna, Donna, Donna, Don.

"Stop complaining!“ said the farmer,
Who told you a calf to be ?
Why don`t you have wings to fly with,
like the swallow so proud and free?“

Calves are easily bound and slaughtered,
never knowing the reason why.
But whoever treasures freedom,
like the swallow has learned to fly.

For me, the song is beautiful. Liriknya deep banget (i like the lyric as John Mayer written, maybe). Terutama baris terakhir itu,.....

-Antciel89-