Senin, 24 Oktober 2011

Anyone deserve to be success, nee?

BOSS VS KARYAWAN

Beberapa hari yang lalu aku membaca sebuah tulisan di jaringan sosial tentang menjadi boss atau menjadi karyawan. Berhubung yang punya akun adalah seorang motivator tentu saja dia akan mengatakan jadilah seorang boss, jangan jadi karyawan.

Saat itu aku berpikir, apakah salahnya menjadi seorang karyawan? Apakah rendahnya menjadi seorang karyawan?

Aku setuju dengan konsep bahwa menjadi boss akan membuka peluang kerja bagi orang lain. Tapi bukankah karyawan dan boss memiliki derajat yang sama pada hakikatnya?

SUKSES

Pemikiran semacam ini membawaku berpikir lagi tentang konsep kesuksesan. Some people talking about it everyday. Ada yang menyuarakannya seolah-olah mereka akan sukses hanya dengan me-RT tulisan akun twitter motivator. Ada juga yang mensugesti diri setiap hari hingga tidak bisa memikirkan yang lain selain kata-kata kesuksesan. Ya, memang tidak ada yang salah dengan itu semua, karena pada akhirnya manusia selalu memiliki konsep dan cara berbeda dalam mengartikan kesuksesan.

Seorang karyawan menganggap dirinya sukses saat perusahaan berkembang. Seorang boss menganggap dirinya sukses saat melihat perusahan maju dan para bawahannya sejahtera.

Tapi, seorang tukang sapu jalanan bisa saja menganggap dirinya sukses saat melihat anaknya diwisuda dan bekerja.


Saat sang motivator bilang, jadilah boss...jadilah seorang enterpreneur...maka anda akan sukses...Lalu bagaimana dengan karyawan?Apakah mereka dijamin tidak sukses?Apakah hidup mereka akan tidak bahagia seperti boss?

Banyak orang yang mengatakan "Aku tidak mau menjadi pegawai negeri". Tidak ada yang salah dengan kata-kata itu menurutku. Tetapi seringkali kata-kata ditambahkan dengan "pekerjaan itu membuat kita tidak berkembang, gaji kecil, malah sering di cap hanya pekerjaan ongkang-ongkang kaki"

Look, this is occupation, we dont talk about the people ne?

Guru, dokter, arsitek, psikolog, pegawai bank, dosen, pegawai swasta, satpam, polisi, pedagang, tukang sampah, pilot, nelayan, tukang kebun, pramuniaga, penyanyi, bidan, aktor, dsb...mereka berhak untuk sukses dan bahagia.

Pekerjaan apapun itu mulia, karena Tuhan sudah menjanjikan bahwa tidak ada yang sia-sia.


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar