Senin, 16 Agustus 2010

Puisi Sahabat

KAMI AKAN MENITI DENGAN TERTATIH SAAT YANG LAIN BERLARI BEBAS

KAMI MENGHITUNG SECARA PERLAHAN SETIAP HELA NAFAS KAMI

KAMI TERJARIT SAAT MEREKA DENGAN ANGKUH TERTAWA

KAMI TERKIKUK DAN TERPERANGAH SAAT HENING MELELAPKAN MEREKA


SUDUT LAIN MULAI TERBANGUN…

APA YANG TERJADI….

LAMA TERTIDUR HINGGA SEMUA MULAI MEMBEKU

MENGGELIAT KETIKA HADIR TAK LAGI DIHIRAUKAN

SENYUM KESAL MENGHIAS KETERLAMBATAN


NAMUN ALAM MENAKDIRKAN LAIN

MEREKA MAU BERCERITA SENDIRI

KAMI PARA EMBUN WALAU DIRI TERBEKU SENDIRI NAMUN BISA MENGHANGATKAN PAGI DENGAN AIR MATA TAFAKUr

AKU MATAHARI WALAU TERBAKAR TAPI KU BANGGA BISA MEWARWAI BUMI

AKU INGIN TERUS BERMIMPI

WALAU SERIBU LANGKAH TERTATIH PASTI

Yang diakhiri


credit to: Wiwitmurni, teman yang selalu kukagumi. Maaf yah, tulisan ini ketemu gak sengaja di laptop..Kalo gak salah ditulis waktu rapat Fair pertama kali. Thx Wit, this is nice^ ^

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar